in , , ,

CAIR !! Ada 13 Bansos Akan Cair hingga September 2021, Simak Apa Saja

Berikut ini adalah 13 jenis Bansos (Bantuan Sosial) dari pemerintah yang akan cair hingga September 2021 untuk diberikan pada masyarakat.

13 jenis Bansos ini diberikan pemerintah untuk membantu masyarakat, terutama yang berada di wilayah PPKM level 3 dan 4.

Hal ini masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang mana menurut PP Nomor 23 Tahun 2020, bansos dari pemerintah disalurkan kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini 13 daftar bansos pemerintah yang akan diberikan pada masyarakat, di antaranya.

1. Bansos PKH

Bansos Program Keluarga Harapan atau PKH merupakan bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial dengan anggaran sebesar Rp 28,31 Triliun untuk 10 juta keluarga.

Bansos PKH disalurkan pada Januari, April, Juli, dan Oktober 2021 melalui rekening BNI, Mandiri, dan BTN.

Untuk mengecek bantuan ini, masyarakat cukup mengakses link cekbansos.kemensos.go.id

2. Bansos Kartu Sembako atau BPNT

Program Kartu Sembako ini dianggarkan sebesar Rp 49,89 Triliun untuk 18,8 juta keluarga.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memberikan bantuan berupa bahan pangan seperti, beras, telur, daging ayam, daging sapi, vitamin dan mineral sayuran, dan buah-buahan.

3. Bantuan Sosial Tunai (BST)

BST telah disalurkan pemerintah sejak Mei hingga Juli 2021 sebesar Rp 600 ribu.

Bantuan ini mendapat anggaran Rp 24,54 Triliun untuk 15,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sementara untuk pencairan setelah bulan Juli 2021 menarget 10 juta penerima.

4. Diskon Listrik

Pemerintah memberikan diskon listrik hingga Desember 2021 dengan total anggaran Rp 9,49 Triliun untuk 32.6 juta pelanggan.

Sementara untuk subsidi listrik juga diperpanjang hingga Desember 2021 sebesar Rp 7,58 Triliun untuk pelanggan dengan kapaistas listrik 450-900 VA.

5. Subsidi Kuota Internet

Subsidi ini dikhususkan untuk 38,1 juta siswa/mahasiswa dan tenaga pendidik dengan anggaran total Rp 8,53 Triliun.

6. Banpres BPUM Tahap 2 tahun 2021

Pemerintah menganggarkan dana Rp 3,6 Triliun untuk 3 juta peserta baru.

Bantuan ini diberikan oleh Kemenkop UKM dengan jadwal pencairan Agustus 2021.

7. Bantuan Rekmin Biaya Beban

Bantuan Rekmin Biaya Beban atau Abonemen PLN hingga Desember 2021 dengan total anggaran Rp 2,11 Triliun untuk 1,14 juta pelanggan.

8. Program Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja Gelombang 18 dipastikan dibuka pada semester 2 tahun 2021.

9. Dana Desa dan BLT Desa

Bantuan ini mendapat total anggaran Rp 28,8 Triliun untuk 8 juta keluarga.

Setiap keluarga akan mendapatkan Rp 900 ribu yang merupakan rapelan penyaluran tiga bulan sekaligus.

10. Bansos Tunai Usulan Pemda

Bantuan ini dianggarkan sebesar Rp 7,08 Triliun untuk 5,9 juta KPM.

11. Program Bantuan Beras Bulog

Program bantuan (bansos) beras Bulog total Rp3,58 triliun untuk 28,8 juta keluarga akan dicairkan kepada penerima BST, PKH dan BPNT dengan masing-masing KPM menerima 10 kilogram.

12. Bantuan sosial untuk Masyarakat Terdampak

Selain itu, ada bantuan atau bansos dari pemerintah daerah sebesar Rp25,46 triliun dari Anggaran Belanja Wajib DTU. Bantuan Pemda untuk masyarakat terdampak Covid-19 berupa bantuan sosial sebesar Rp6,9 triliun.

13. BLT BPJS Ketenagakerjaan

BLT BPJS Ketenagakerjaan cair sejak Agustus 2021 dengan nominal Rp 1 juta dalam dua kali pencairan.

Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan merupakan pekerja yang berada di wilayah PPKM Level 3 dan 4.

Syarat BLT BPJS Ketenagakerjaan: Gaji Pokok Maksimal Rp 3,5 Juta

Ternyata, syarat gaji maksimal Rp 3,5 juta yang bisa dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan adalah gaji pokok, bukan take home pay. 

Itu artinya, pekerja yang take home pay -nya di atas Rp 3,5 juta sangat berkesempatan mendapat BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Apalagi, untuk pekerja di daerah yang nilai upah minimum regional UMR di atas Rp 3,5 juta, maka syarat gaji pokok minimal juga menyesuaikan dengan nilai UMR. 

Menurut Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi, kriteria gaji maksimal Rp 3,5 juta yang diterima pekerja bukanlah take home pay atau gaji bersih beserta tunjangan, melainkan murni gaji pokok.

“Sesuai dengan definisi gaji adalah pendapatan tetap yang diterima pekerja setiap bulan.

Gaji beda dengan take home pay,” kata Anwar kepada Kompas.com, Rabu (18/8/2021).

Pada akhir Juli 2021, BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan data penerima BSU tahap pertama sebanyak 1.000.200 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 947.669 pekerja telah menerima bantuan subsidi gaji.

Namun, 42.153 pekerja dinyatakan tidak lolos verifikasi karena tercatat sebagai penerima bantuan sosial yang lain.

Lalu, 10.378 pekerja dinyatakan gagal transfer karena rekening pekerja yang berstatus dormant atau tidak valid.

Berikut 3 cara cek penerima BLT subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan, secara online dan melalui WA:

Cek BLT BPJS Ketenagakerjaan melalui website BPJS Ketenagakerjaan

– Buka laman https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id/#halaman-cek-bsu

– Scroll atau geser ke bagian bawah

– Di bagian “Cek Apakah Kamu Termasuk Calon Penerima BSU?” terdapat tiga kolom yang harus diisi

– Isi sesuai dengan NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir

– Centang kode captcha

– Klik “Lanjutkan”

– Sistem akan menampilkan apakah Anda termasuk penerima BLT subsidi gaji atau tidak

Cek BLT BPJS Ketenagakerjaan melalui laman SSO BPJS Ketenagakerjaan:

– Buka laman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/

– Masuk ke tampilan layar SSO BPJS Ketenagakerjaan

– Di bagian layanan informasi kepesertaan, isi alamat email dan password. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengklik “Buat Akun Baru” di bagian bawah

– Klik centang “Saya bukan robot”

– Klik Login

– Masuk ke dashboard, lalu klik “Bantuan Subsidi Upah” di bagian paling kanan

– Sistem akan menampilkan apakah Anda termasuk penerima BLT subsidi gaji atau tidak

Sebagai informasi, terdapat sejumlah kriteria penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 sesuai dengan Permenaker RI No 16 Tahun 2021 sebagai berikut:

– Warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan.

– Terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan s.d 30 Juni 2021.

– Mempunyai gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta per bulan. Dalam hal pekerja/buruh bekerja di wilayah dengan UMP/UMK lebih besar dari Rp 3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah menjadi paling banyak sebesar UMP/UMK dengan pembulatan ratusan ribu ke atas, sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.

– Pekerja/buruh penerima upah.

– Bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan 4 (28 provinsi dan 167 kab/kota) sesuai Inmendagri 22/2021 dan 23/2021.

– Diutamakan bekerja di sektor usaha: industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estat, serta perdagangan dan jasa (kecuali jasa pendidikan dan kesehatan) sesuai dengan klasifikasi data sektoral di BPJS Ketenagakerjaan.

Cek BLT BPJS Ketenagakerjaan melalui WA

Twitter resmi lembaga tersebut, @BPJSTKinfo, menjelaskan bahwa laman www.bpjsketenagakerjaan.go.id tak bisa diakses karena sedang dalam tahap pemeliharaan atau maintenance.

“Hai sahabat, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini website BPJS Ketenagakerjaan sedang menjalani maintenance dalam rangka peningkatan kapasitas layanan informasi bagi para peserta,” tulis akun Twitter @BPJSTKinfo.

Sebagai alternatifnya, masyarakat yang membutuhkan informasi soal subsidi gaji atau yang lainnya bisa menghubungi nomor hotline yang telah disediakan.

“Untuk informasi seputar layanan, sahabat dapat juga mengakses melalui nomor Whatsapp 081380070175 atau link berikut http://wa.me/6281380070175,” sambung akun tersebut.

Nomor WA BPJS Ketenagakerjaan tersebut bisa diakses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan bila mengalami kendala terkait layanan program BPJamsostek.

Adapun informasi yang dapat diperoleh sebagai berikut: Informasi kepesertaan Informasi klaim Informasi kanal layanan E-form pengaduan Informasi calon penerima bantuan subsidi gaji 2021

Artinya, untuk cek penerima subsidi gaji via WA kini bisa dilakukan melalui nomor WA BPJS Ketenagakerjaan yang sudah disediakan.

“Sahabat, BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik agar manfaat bisa diterima dengan baik oleh peserta,” tegas BPJS Kenetagakerjaan.

“Untuk itu, Sahabat bisa WhatsApp melalui nomor 081380070175 untuk mendapatkan informasi dan bila mengalami kendala terkait layanan program BPJAMSOSTEK,” sambung akun tersebut.

Terdapat sejumlah tahapan pencairan subsidi gaji 2021. Tahap pertama adalah verifikasi kesesuaian data dengan kriteria Permenaker RI Nomor 16 Tahun 2021 yang dilakukan oleh BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan.

Verifikasi kesesuaian data tersebut meliputi:

– WNI

– Kategori Peserta Penerima Upah

– Status aktif posisi 30 Juni 2021

– Upah paling banyak Rp3,5 Juta (jika UMP/ UMK > Rp3,5 jt, menggunakan UMP/ UMK)

– Bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan 4 (sesuai Inmendagri No 22/2021 dan no 23/2021); dan

– Sektor Usaha

Tahap selanjutnya adalah validasi administrasi dan pembayaran BSU yang dilakukan oleh Kemenaker. Tahapan ini meliputi validasi:

– Data penerima Kartu Prakerja atau Program Keluarga Harapan dan Program Bantuan Produktif Usaha Mikro

– Kelengkapan, kesesuaian format, dan duplikasi data

Tahap terakhir adalah yang paling ditunggu-tunggu, yakni pencairan BLT subsidi gaji 2021 kepada para pekerja. Pencairan bantuan subsidi gaji 2021 dilakukan melalui bank Himbara, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN.

Sebagai informasi tambahan, untuk tenaga kerja yang berada di Provinsi Aceh akan diproses melalui BSI atau Bank Syariah Indonesia.

INFO MENARIK

Ada 4 Pinjaman Uang Online Apa Saja yang Debt Collector Datang ke Rumah? Kupas semuanya !